Sejenak..
Mungkin 10 detik, 10 menit, 1 jam ataupun 1 hari, tidak ada sebuah satuan jelas yang mampu mendefinisikan apa itu sejenak. Orang – orang sering berkata, istirahat dulu sejenak, tidur dulu sejenak tanpa mengetahui secara pasti seberapa lama arti dari sejenak itu.
Akhir – akhir ini kita sering mendengar hal-hal yang cukup nyeleneh yang dilakukan oleh beberapa dari pemimpin kita. Sejenak, membuat kita berpikir apakah yang dilakukan oleh mereka ini hanya sekedar mencari sensasi atau memang seperti itulah pemimpin yang seharusnya.
Mulai dari menteri yang menggunakan transportasi umum tanpa pengawal, walikota yang menggunakan mobil rakitan SMK sebagai mobil dinasnya hingga wakil menteri yang dengan tegas ingin mengurangi subsidi bahan bakar minyak di negeri ini.
Jika kita meluangkan waktu sejenak untuk berpikir, merenung, bertanya kepada nurani. Sesungguhnya masih ada harapan bahwa bangsa ini akan maju. Saya sendiri menganggap orang-orang tersebut memang berniat untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik, bukan hanya sekedar mencari sensasi.
Di lain pihak, masih saja ada dan bahkan mungkin juga masih banyak orang – orang yang bertindak hanya menuruti apa yang ia mau serta golongannya butuhkan. Yang mengincar sebuah jabatan demi sebuah kekayaan, bukan karena niat tulus untuk mengabdi lebih terhadap jabatan tersebut. Yang jika disuruh memikirkan rakyat mereka hanya akan tidur dan seandainyapun tetap terjaga malah menikmati tontonan yang tak pantas.
Saya kasihan pak, kasihan terhadap anda semua yang menganggap uang adalah segalanya. Mencari jabatan untuk uang, mencari tambahan uang yang tidak legal, salam-salam hangat yang diselipi oleh sebuah amplop. Saya kasihan dengan anda pak.
Apakah anda pernah jalan-jalan sejenak di sebuah taman yang sejuk, menikmati udara segar sembari olahraga pagi ? Menurut saya itu merupakan salah satu hal indah yang tidak akan anda dapatkan dengan uang. Cobalah luangkan waktu anda sejenak untuk menikmati hidup, bukan menghamburkan uang.
Dengan diam sejenak, bertanya pada nurani, merenung dalam sebuah ketenangan, coba pertegas lagi apa sesungguhnya yang kita semua cari. Apakah hanya sekedar materi, atau kenikmatan dalam hidup?
Kenikmatan hidup tidak hanya didapat dengan uang, memiliki orang yang disayang, memiliki waktu untuk beristirahat, jalan-jalan menikmati pemandangan alam itu semua dapat dicapai tanpa perlu membutuhkan materi yang banyak. Anda hanya perlu berusaha keras dengan cara yang baik, berdoa agar dilapangkan rezekinya serta tetap bersyukur atas apa yang telah berhasil didapat. Jika hal tersebut sudah dapat dilakukan, maka anda sudah dapat menikmati hidup.
Jika anda memang mencari materi, silahkan saja. Kelak anda akan seperti raja Midas yang mati karena ketamakannya sendiri terhadap materi.
06.01.12
Postingan pertama tahun ini.
